Friday, September 14, 2007

aku menamainya Pegasus



ini pembelaanku untuk A.K
tertuju kepada : si mas


mas,
mungkin saja memang dia sudah bosan
sudah jengah
sudah lelah
atau apapun dia menyebutnya

mas,
mungkin memang dia sudah berpaling
membagi hatinya
mungkin saja,

mas, sudahlah...
lepaskan saja, biarkan saja
dia hanya sedang ingin terus terbang
mencari atap langit
tunggu saja sampai dia puas
kelak,
dia sendiri yang akan mencari rumahnya

sekarang,
biarkan saja dia pergi dan berkelana sepuasnya
karena dia kunamai pegasus
yang katamu..
'kau cintai apapun bentuknya'
ya toh?

mas,
sungguh.. jika kau cinta dia
maka, biarkan dia berbahagia
dengan caranya sendiri
bisakah mas?

"ps: asal kau bahagia, adikku. aku tetap saja disini. melihatmu, mengamatmu, membawakan obat merah seadanya untuk sayapmu kala patah atau kulitmu yang terkerat. tidakkah apa-apa?"

4 comments:

Anonymous said...

"..waktu..waktu..waktu.." tapi..ada saatnya tuk mendapatkan kepastian tuk bisa menerima dan mengambil keputusan..,walau ada ruang jarak..pegasus itu akan juga lelah dan sejenak menapakan kaki nya tuk melepas dahaga..tapi di padang rumput dan oasis yang mana..??

Anonymous said...

pegasus itu bukan aku!

Anonymous said...

si pegasus itu memang aku, hanya ada dalam mitos, hanya ada dalam mimpi...

Anonymous said...

Pegasus akan mengerti mana rumah terbaik buatnya. Semoga bukanlah Pegasus "kejiwaan".